Mission Statement
We are non-political, non-religious, non-profit Indonesia-America friendship association that aims at promoting and fostering friendship through the language of culture, science, ports and humanity in order to create a world of friendship, a world of peace. |
| PPIA Choir |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Tuesday, 08 July 2008 00:00 |
|
Untuk kesekian kalinya, pada 22 Mei 2008 yang lalu PPIA Choir kembali menghibur para penggemar musik di Jakarta dengan penampilan kali ini yang boleh dibilang sangat istimewa, mengingat konser diiringi oleh Twilite Orchestra pimpinan Addie M.S., didukung pula oleh seorang penyanyi sinden berkebangsaan Amerika, Karen Elizabeth Sekararum, Paduan suara anak Indonesia dibawah pimpinan Ibu Aida Swensen, dan dihadiri oleh masyarakat Amerika dan Indonesia dari berbagai profesi dengan jumlah undangan sekitar 1.500. Bagi yang belum mengenal PPIA Choir, berikut kami ulaskan sejarah awal berdirinya kelompok paduan suara yang cukup punya nama dibilangan masyarakat Indonesia dan Internasional di Jakarta. Pada awal terbentuknya 41 tahun lalu, atau tepatnya tahun 1967, PPIA Choir, dahulu dikenal dengan nama PPIA International Choir beranggotakan para penyanyi berkebangsaan Indonesia dan Internasional. Selain mempunyai anggota yang berkebangsaan Indonesia dan Amerika, paduan suara Internasional ini juga diikuti oleh anggota-anggota berkebangsaan Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Australia, New Zealand, Hong Kong, Jepang dan Filipina. Dr. Richard Haskin, konduktor merangkap pelatih pertama yang diminta Pengurus PPIA pada saat itu untuk membentuk suatu paduan suara interasional dalam rangka meningkatkan persahabatan kedua bangsa khususnya serta dengan bangsa-bangsa lain pada umumnya. Pada awalnya, lagu-lagu yang dibawakan paduan suara PPIA terdiri dari lagu rakyat Amerika dan Indonesia dan diiringi oleh the Jakarta Symphony Orchestra. Seiring dengan perkembangannya, paduan suara ini juga mempersembahkan karya-karya seperti Christmas one-act opera, “Amahl and the Night Visitors” karya Menotti. Pada tahun 1994, dalam rangka memperingati ulang tahunnya ke 25 PPIA International Choir mempersembahkan Konser “Carmina Burana”, sebuah kantata popular karya Carl Orff di Gedung Kesenian Jakara. Setelah memimpin PPIA International Choir selama 30 tahun, pada tahun 1997 Dr. Richard Haskin meninggalkan Indonesia untuk kembali ke Amerika. Ms. Leona Greenlaw mengambil alih tugas beliau, tetapi tak lama kemudian juga meninggalkan Indonesia karena alasan pekerjaan. Pimpinan dipegang oleh Brian Everett, yang bertugas sebagai wakil konduktor sejak 1995. Secara rutin, PPIA International Choir mengadakan pergelaran musik dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Antara lain pada 1999 bersama musik kamar di Erasmus Huis menyelenggarakan karya-karya Hayden, Copland dan 3 lagu dari composer Indonesia. Pada tahun 2000 PPIA menyelenggarakan pergelaran konser musik mempersembahkan karya-karya Bach, Barber, Brahms dan Schubert. Tahun 2001 mepersembahkan karya-karya Mozart, Vivaldi, Brahms dan Dvorak. Pada tahun yang sama, juga digelar PPIA Concert “A Christmas Garland” karya Conrad Susa. Karena satu dan lain hal, sejak 2004, PPIA Choir tidak aktif lagi. Pada awal 2007, atas prakarsa Bapak Tantowi Yahya, Ketua PPIA dan Bapak Moetaryanto, penasihat PPIA, PPIA Choir berhasil dibentuk kembali dengan anggotanya kali ini didominasi oleh penyanyi berkebangsaan Indonesia. Tentunya PPIA Choir masih tetap membuka kesempatan kepada para peminat berkebangsaan Amerika dan asing lainnya yang ingin meningkatkan persahabatan melalui jalur kesenian. Jakarta, Mei 2008 |
| Last Updated ( Wednesday, 04 March 2009 13:41 ) |



